Membangun budaya belajar yang aktif, kolaboratif, dan penuh makna
Siswa dan guru membangun kebiasaan belajar aktif, kolaboratif, dan bermakna setiap hari di kelas.
Guru dan siswa di SMK Thibbil Qulub Assimbani membangun kebiasaan belajar yang sederhana. Kelas dibuka dengan rencana yang jelas. Setiap materi ditutup dengan refleksi singkat. Kebiasaan ini berjalan di tiga program keahlian, yaitu RPL, TKJ, dan MPLB.
Satu langkah kecil setiap hari
Siswa menyiapkan catatan sebelum pelajaran dimulai. Guru memberi waktu beberapa menit untuk menulis pertanyaan. Pertanyaan itu dikumpulkan dan dipakai sebagai bahan diskusi. Cara ini membuat siswa lebih siap dan berani bicara.
Belajar dalam kelompok kecil
Materi diberikan dalam kelompok kecil. Setiap kelompok punya tugas yang harus dipresentasikan. Dalam kelompok, siswa belajar berbagi tugas dan mendengar alasan teman.
- Setiap anggota menulis satu catatan dari bacaan.
- Kelompok menentukan satu kesimpulan singkat.
- Satu orang mempresentasikan hasil kelompok.
Peran guru sebagai pengarah
Guru menjadi fasilitator. Guru memberi pertanyaan pemantik, bukan jawaban siap pakai. Jika seorang siswa belum paham, guru mengarahkannya bertanya kepada teman. Cara ini melatih siswa menjelaskan kembali materi dengan bahasa sendiri.
Langkah ke depan
Sekolah akan melanjutkan kebiasaan ini pada semester berikutnya. Setiap kelas mendapat jadwal refleksi rutin. Guru dan siswa meninjau hasilnya bersama.